Seperti telah didiskusikan di topik Adjectives dan Penggunaannya, selain adjective murni, kata kerja juga dapat difungsikan sebagai adjectives. Kata kerja yang dimaksud adalah:
1. Verb-ing (present participles), yaitu kata-kata kerja yang kita jumpai pada kalimat-kalimat progressive (misalnya pada: present continuous, past continuous, perfect continuous, dst).
Contoh:
- boring (membosankan)
- interesting (menarik)
- confusing (membingungkan)
- increasing (meningkat)
- frightening (menakutkan)
- disappointing (mengecewakan), etc.
2. Verb3 (past participles), yaitu kata-kata kerja yang kita jumpai pada kalimat-kalimat non-progressive perfect tenses (misalnya pada: present perfect, past perfect, future perfect, dst).
Contoh:
- bored (bosan)
- interested (tertarik)
- confused (bingung)
- increased (naik/ditingkatkan)
- frightened (takut)
- disappointed (kecewa), etc.
Dan, kalau difungsikan sebagai adjectives, kedua bentuk kata kerja ini umumnya disebut participial adjectives atau verbal adjectives.
Penggunaan Participial Adjectives
Seperti halnya penggunaan adjective murni, participial adjectives juga digunakan dengan menempatkannya di depan noun:
- Verb-ing + noun
Contoh:
- a boring teacher (seorang guru yang membosankan)
- an interesting story (sebuah cerita yang menarik)
- a confusing topic (sebuah topik yang membingungkan)
- an increasing price (sebuah harga yang meningkat)
- a frightening man (seorang pria yang menakutkan)
- a disappointing result (sebuah hasil yang mengecewakan), etc.
- Verb3 + noun
Contoh:
- a bored student (seorang siswa yang bosan)
- interested people (orang-orang yang tertarik)
- confused blog visitors (pengunjung-pengunjung blog yang bingung)
- an increased price (sebuah harga yang naik/harga yang dinaikkan)
- a frightened child (seorang bocah yang takut/ bocah yang ketakutan)
- a disappointed researcher (seorang peneliti yang kecewa), etc.
Atau, setelah linking verbs. Misalnya, setelah to be (is, am, are, was, were, be, been), become, get, look, seem, taste, etc.
- S + linking verb + verb-ing
Contoh:
- The teacher is boring (Guru itu membosankan)
- The story seems interesting (Ceritanya tampaknya menarik)
- This topic is confusing (Topik ini membingungkan)
- The price is increasing (Harganya meningkat)
- That man is frightening (Pria itu menakutkan)
- The research result was disappointing (Hasil penelitian tersebut mengecewakan), etc.
- S + linking verb + verb3
Contoh:
- The student is bored (Siswa tersebut bosan)
- Many people got interested (Banyak orang menjadi tertarik)
- Some blog visitors are confused (Beberapa pengunjung blog bingung)
- The price was increased (Harganya naik)
- That poor child was very frightened (Bocah malang tersebut sangat ketakutan)
- The researcher became very disappointed (Peneliti tersebut menjadi sangat kecewa), etc.
Present participles vs Past participles.
Frankly speaking, masih banyak diantara kita yang masih kesulitan dalam menentukan apakah kita harus gunakan participial adjectives bentuk -ing (present participles) ataukah bentuk -ed (past participles). Masih sering saya temukan, baik di chat room atau di comment sections, seseorang bilang:
- I am boring.
- I am confusing.
padahal konteksnya atau yang dimasudkan adalah:
- Aku bosan.
- Aku bingung.
Dari konteksnya, kedua kalimat tadi semestinya:
- I am bored.
- I am confused.
Kesulitan ini pada umumnya muncul karena kita belum sepenuhnya paham perbedaan antara kalimat aktif dan kalimat pasif.
Di posting tersebut telah disinggung bahwa dalam kalimat aktif, subjek
kalimat melakukaan action dan action tersebut pada umunya dikenakan pada
objek kalimat. Sebaliknya, dalam kalimat pasif, subjek kalimat dikenai
action. Pemahaman ini dapat diterapkan dalam menentukan apakah kita
harus gunakan participial adjectives bentuk -ing ataukah bentuk -ed.
Jika nounnya (someone atau something) melakukan suatu action atau
jika nounnya memberi dampak pada someone or something yang lain, maka
yang digunakan adalah participial bentuk -ing. Sebaliknya, jika
nounnya dikenai suatu action atau jika nounnya dikenai dampak dari
action yang dilakukan oleh someone or something yang lain, maka yang
digunakan adalah participial bentuk -ed.
Di contoh :
- a boring teacher
digunakan bentuk -ing (i.e. boring) karena noun teacher memberi atau menimbulkan dampak, dalam hal ini berupa “rasa bosan“, terhadap orang lain, misalnya, siswa. Guru yang membosankan siswa atau guru yang membuat siswa bosan. Sedangkan di contoh:
- a bored student
digunakan bentuk -ed (i.e. bored) karena noun student mendapat atau dikenai dampak, dalam hal ini berupa “rasa bosan“, oleh orang lain, misalnya, guru. Siswa yang bosan atau siswa yang dibuat bosan oleh guru.
Sekarang, silakan perhatikan contoh kalimat berikut:
- I am bored because he is a boring teacher. (Saya bosan karena dia adalah guru yang membosankan).
- I am boring, that’s why, my friends get bored so easily when we get together. (Saya membosankan, itulah sebabnya, teman-teman saya (menjadi) cepat/mudah bosan ketika kami berkumpul).
- The government has increased the gas price. Many people are unhappy because of the increased gas price. (Pemerintah telah menaikkan harga bensin. Banyak orang tidak senang karena harga bensin yang dinaikkan tersebut).
- He has a very frightening face. I am so frightened of him. (Dia punya wajah yang sangat menakutkan. Saya sangat takut pada dia).
- We all have tried hard to calm down the frightened boy. (Kami semua telah berusaha keras menenangkan anak yang ketakutan itu).
- The watered plant is growing well now (Tanaman yang telah disiram itu sedang tumbuh dengan baik sekarang)
Setelah membaca kalimat
di atas dan artinya masing-masing, semestinya kita sekarang sudah
memiliki pemahaman atau feeling yang lebih baik tentang perbedaan
penggunaan participial adjectives bentuk -ing dan -ed. Jika masih belum paham benar, silakan baca posting sejenis yang berjudul: Present and Past Participles as Adjectives. Or, please leave a question in the comment section below. And lastly, you should also try Practice test: Present and Past Participles as Adjectives.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar